Menarik mencermati pertarungan cellullar provider beberapa waktu ini, saling berlomba menarik customer dan market secara simultan, inovatif dan extrem. Berbagai strategi marketting dijalankan dengan ditunjang berbagai perbaikan tehnis yang cukup memukau. Masih lekat dalam ingatan kita ,telkomsel sebagai leader,dalam arti produk pertama selular provider di indonesia, menancapkan karisma yang begitu kuat ,yang sampai saat ini pun masih mempunyai efek luar biasa bagi para fans nya.sebagaimana teori yang dilontarkan Al ries dan jack tout dlm bukunya The 22 immutable laws of marketing, bahwa yang pertama akan mudah diingat. Kemudian menyusul XL ,mengetahui bahwa telkomsel sudah merupakan produk pertama yang sudah melekat di benak konsumen, XL bermain strategi “persepsi” dan ke”eksklusive”an. XL memainkan persepsi produk kartu selular buat businessman dan eksklusive, kenyataannya meski bertarif mahal pada waktu itu, XL meraih market.Strategi pemasaran yang unik, melawan arus, karena pada saat itu price (harga) masih menjadi muara besar teori pemasaran yang dijalankan( siapa yang murah akan meraih market). Indosat menyusul memasuki arena , dengan mencoba membuat strategi yang cukup signifikan yaitu menempatkan produk pada kategori anak tangga dan juga persepsi, dengan im3 dan mentari. IM3 menembak pangsa pasar anak muda,dengan keunggulan bonus sms,menancapkan persepsi yang kuat bahwa anak muda ya pakai IM3, dan itu berhasil dengan baik, sampai-sampai waktu itu, kalau ada anak muda pakai kartu telkomsel pasti diledekin” waduh pakai kartu bapak-bapak nih”. Sebegitu kuatnya masing-masing produk menjalankan strateginya, terutama 2 produk terahir, karena produk pertama menancap kuat di benak karena lebih beruntung sebagai yang pertama. Melewati babak selanjutnya, lebih menarik lagi, ternyata pada kelanjutannya dengan persepsi “exclusive” yang dicitrakan, XL kurang puas dan terus ingin mempenetrasi pasar, diubahlah persepsi pencitraan produk, yaitu mengunggulkan kualitas suara dan berusaha memasuki pasar anak muda yang di kuasai indosat dengan Im3nya. Pada babak ini sangat kentara bahwa telkomsel sangat ketinggalan dalam agresivitas penetrasi market, sementara indosat dan excelindo terus berinovasi dengan menambah fitur yang menarik serta mengambangkan kualitas tehnis yang sudah cukup lumayan. sementara itu telkomsel masih juga berputar pada pertarungan harga dan bonus bicara, dua rivalnya sudah jauh melangkah, sebagai contoh, indosat dengan fitur2 menarik seperti sms warna, chatting,dan masih banyak lagi.disamping standard fitur yang memang wajib dipunyai semua provider seperti GPRS,MMS,video call. memberikan tambahan value bagi konsumen dengan berbagai fitur serta harga yang cukup menguntungkan konsumen. Begitu juga dengan XL.

Sangat menarik,apapun kondisi pertarungan tersebut ,sangat diharapkan, adalah konsumen yang meraih keuntungan, karena sekian lama konsumen sudah cukup membayar mahal dengan fitur dan pelayanan yang sangat biasa. sekali lagi terlepas dari manfaat yang bisa dilihat dari pertarungan mereka dari sisi strategi market, semoga konsumen akan tetap menjadi pihak yang diuntungkan…ciao…