Harga adalah sebuah cerminan dari nilai yang dipersepsikan oleh konsumen. Dalam sebuah persaingan untuk mendapatkan konsumen, perusahaan menggunakan taktik untuk mengalahkan pesaingnya. Salah satu taktik yang digunakan adalah harga. Dengan menciptakan harga yang nampak murah sering menjadi tujuan, tetapi hal ini justru mengarahkan kepada menurunnya keuntungan industri bersangkutan.
Perang harga dapat menciptakan situasi kehancuran secara ekonomi dan melemahkan secara psikologi yang harus dibayar mahal oleh individu, perusahaan, dan turunya keuntungan industri. Tidak peduli siapa yang menang, semua petarung kelihatan mati-matian untuk menghakhirinya dibandingkan sebelum mereka menikmati persaingan. Dan akhirnya, perang harga menjadi suatu hal yang biasa. Hal ini terlihat jelas di industri telekomunikasi Indonesia yang berada dalam situasi perang harga. Adanya pengurangan harga, per-detik tagihan, dan free calls adalah senjata utama provider telekomunikasi memasuki arena persaingan. Sedikit sekali mereka mengungkapkan tentang pelayanan, kualitas, ekuitas merek, dan faktor non harga lainnya yang mungkin menambah nilai sebuah produk dan pelayanan. Jelas terlihat bahwa setiap persaingan selalu berdasarkan pada harga dan setiap reaksi selalu berdasarkan pemotongan harga.
Umumnya, perang harga terjadi karena ada anggapan bahwa harga di pasar tertentu terlalu tinggi atau adanya keinginan untuk mendapatkan pangsa pasar dengan biaya pada marjin tersebut. Perang harga menjadi umum karena manajer cenderung melihat bahwa merubah harga sesuatu hal yang mudah, cepat, dan manjur. Dengan memahami penyebab dan karakteristiknya, manejer dapat membuat keputusan tentang kapan dan bagaimana menghadapi perang harga, kapan menghindari, dan kapan memulainya.
Cara Menghadapi sebuah Perang Harga
Taktik
Contoh
Respon non harga
Tunjukan strategic intention dan capabilities anda
Tawarkan harga sama dengan pesaing anda, tawarkan everyday low price, atau tunjukan bahwa anda memliki keunggulan biaya dimata pesaing (cost advantage)
Bersaing di kualitas
Tingkatkan diferensiasi produk dengan menambahkan keunggulan pada sebuah produk, atau bangun awareness terhadap keunggulan yang ada dan manfaatnya. Tekankan adanya resiko pada harga yang murah.
Manfaatkan kemungkinan kerjasama
Bentuk strategic partnersip dengan menawarkan kerjasama ekslusif dengan supplier, reseller, atau penyedia jasa yang berhubungan dengna bisnis anda.
Respon Harga
Gunakan harga yang komplek
Tawarkan harga paket (bundled prices), paket harga dua produk (two-part pricing), kuantiti diskon, harga promosi, atau program loyalitas untuk beberapa produk, beli dua dapat satu.
Kenalkan produk baru
Perkenalkan produk baru (flanking brands) yang khusus untuk bersaing di arena dimana pesaing menerapkan strategi harga. Hal ini juga sebagai usaha untuk menghindari persaingan harga pada segmen produk anda yang telah ada.
Gunakan harga yang menarik
Sesuaikan harga produk regular anda dalam merespon perubahan harga pesaing atau potensi lain untuk memasuki pasar.
Tabel di atas menunjukkan beberapa cara menghadapi persaingan harga. Jika usaha anda berada dalam kompetisi berdasarkan harga, anda dapat menggunakan beberapa cara non harga untuk menghadapinya. Namun jika anda ingin merespon dengan harga, anda harus melakukan diagnosa yang mendalam tentang situasi harga di pasar. Analisa situasi harga memberikan informasi penting untuk memilih strategi harga yang dibutuhkan. Dengan menggunakan informasi ini, menejemen membutuhkan untuk menentukan kisaran fleksibilitas harga dan menentukan bagaimana memposisikan harga relative terhadap biaya dan seberapa memungkinkan dijadikan dasar penetapan harga produk.
Demand-Cost Gap
competition
Legal and ethical influences
Demand
Cost
Gambar 1. Menentukan fleksibilitas harga
Faktor permintaan dan biaya menentukan kisaran fleksibilitas harga. Dengan batas atas dan bawah, pertimbangan persaingan dan legal-etika juga mempengaruhi pilihan sebuah strategi harga. Perbedaan harga antara permintaan dan biaya bisa lebar atau sempit. Apabila jaraknya lebar mengindikasikan sebuah kisaran strategi yang memungkinkan untuk dilakukan, perbedaan yang sempit menunjukkan bahwa strategi akan lebih sulit untuk diterapkan. Strategi harga yang dipilih dipengaruhi oleh strategi pesaing, keadaan terkini dan masa depan, pertimbangan legal-etik.
Diagnosa yang baik setidaknya menyertakan empat kunci, yaitu isu-isu konsumen seperti sensitivitas harga dan segmen konsumen yang mungkin terjadi apabila ada perubahan harga; isu-isu perusahaan seperti struktur biaya, kemampuan, dan strategic positioning; isu-isu pesaing seperti sturktur harga pesaing, kemampuan, strategic positioning; dan isu-isu pengkontribusi atau pemain di industri yang mempengaruhi dampak perang harga.
Perusahaan yang berpikir ulang dan menggunakan empat kunci tersebut dengan cermat akan menemukan pilihan yang bisa mereka dapatkan termasuk mengurai konflik, melawan dengan beberapa cara, atau mengevaluasi strategi mereka sebelumnya.
Customer Issues
Price sensitivitySegmentation
Competitor IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Company IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Contributor IssuesIncentives of reseller, supplier, allies, government
Gambar 2. Empat kunci Sebagai Alat Diagnosa
Sangat penting sekali untuk mengetahui mengapa sebuah perang harga terjadi atau mungkin akan terjadi. Pentingnya menganalisa secara cermat tentang konsumen, perusahaan, pesaing, dan pemain pendukung dalam industri maupun di luar industri yang mungkin mempunyai ketertarikan bagaimana beperilaku dalam perang harga menjadi keharusan bagi para pemain yang terlibat dalam perang harga. Misalnya, jika anda mengetahui tentang perilaku konsumen di industri tertentu, anda akan dengan mudah mendapatkan isu-isu tentang konsumen apakah mereka sensitif terhadap harga atau mereka mempunyai pertimbangan lain selain harga (bisa kualitas atau kebanggaan) dalam memutuskan melakukan pembelian sebuah produk. Ini utama dan penting karena akan mengarahkan usaha anda menjadi customer centric organization. Selain itu dengan mencermati strategic positioning produk anda akan lebih mendapatkan gambaran jelas tentang arah pengembangan produk anda di pasar tanpa harus terpengaruh perang harga yang mungkin akan terjadi. Sebuah analisis tentang pesaing sama pentingnya. Beberapa kejadian perang harga yang tidak menguntungkan terjadi karena sebuah perusahaan melihat sebuah peluang meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan melalui harga rendah, sementara tidak memperdulikan bahwa pesaing juga akan merespon. Bisnis membutuhkan perhatian di level strategik terhadap dua pertanyaan siapa yang akan merespon dan bagaimana.
Seorang manajer produk memproyeksikan bagaimana pesaing akan menentukan harga dengan melacak pola-pola kejadian masa lampau, memahami kejadian apa yang bisa memicu perubahan harga di masa lampau dan kapan mereka merespon perubahan harga dan berapa besarnya harga yang direspon. Ketika menganalisa persaingan anda, hati-hati menentukan siapa pesaing anda, apakah harga sudah sesuai dengan strategic positioning mereka, bagaimana mereka membuat sebuah keputusan harga, dan kemampuan mereka serta sumber daya yang dimiliki. Akhirnya, penting sekali untuk memantau pemain lain di industri siapa saja yang memiliki ketertarikan didalamnya. Kadang-kadang mereka dapat membantu untuk menurunkan kompetisi harga melalui meningkatkan nilai produk. Isu-isu yang ada biasanya mengenai profit marjin bagi supplier dan distributor, komisi untuk sales, dan lain sebagainya.
Perang harga memang sebuah fenomena yang harus dihadapi. Tidak jarang perusahaan yang frustasi bahkan gulung tikar akibat salah strategi. Tidak selamanya yang besar akan menang tapi yang kecil pun masih memiliki probabilitas untuk mencuri poin.